Mengapa Pembelajaran yang Menyenangkan Penting Bagi Anak

Meridaenlahistoria – Pembelajaran yang Menyenangkan: Menumbuhkan Potensi Anak Melalui Bermain. Anak-anak secara alami cenderung untuk bermain dan begitulah cara mereka belajar. Seperti kita semua, anak-anak belajar paling baik saat mereka bersenang-senang. Itulah mengapa sangat penting bagi anak kecil untuk memiliki waktu yang tidak terstruktur di mana mereka dapat dengan bebas mengeksplorasi dan bersenang-senang. Mereka secara naluriah akan terlibat dalam kegiatan yang mendukung kebutuhan perkembangan mereka.

Apa itu Pembelajaran yang Menyenangkan?

Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang terjadi dalam konteks anak-anak bersenang-senang dan bersenang-senang. Ini bisa berupa permainan mandiri, seperti mengisi ember dengan pasir dan air di pantai atau memantulkan bola di lapangan, atau bisa lebih terstruktur seperti permainan Pictionary atau tantangan untuk melihat apa yang bisa dibuat oleh anak-anak dari magnet.

Rasa takjub dan ingin tahu tersulut ketika kita membiarkan anak-anak bermain. Seorang anak belajar melalui interaksi dengan lingkungannya, mencoba hal-hal baru, dan mencari pengalaman baru.

Manfaat Belajar Melalui Bermain

Ada banyak manfaat belajar melalui bermain di luar faktor kesenangan, yang tentunya sangat penting. Berikut adalah beberapa alasan untuk mendorong pembelajaran yang menyenangkan pada anak-anak.

  1. Perkembangan Kognitif

Sederhananya, bermain adalah cara terbaik untuk belajar. Ini adalah fakta yang terbukti bahwa kami menyimpan informasi dengan lebih baik ketika proses pembelajaran menyenangkan dan menarik. Ketika kami melibatkan anak-anak dalam pembelajaran di mana mereka menjadi peserta aktif dalam pembelajaran, kami tidak hanya mengajarkan konsep tetapi juga membangun keterampilan yang dikembangkan melalui permainan seperti perhatian berkelanjutan, keterampilan motorik, dan keterampilan sosial secara holistik.

Pembelajaran yang menyenangkan melibatkan korteks prefrontal, membangun keterampilan memecahkan masalah dan pengaturan emosi. Ketika bermain bersifat kolaboratif, anak-anak membangun keterampilan sosial mereka juga.

  1. Motivasi Intrinsik

Anda mungkin ingin anak Anda mengembangkan kecintaan belajar, daripada hanya mengerjakan tugas untuk nilai. Pembelajaran yang menyenangkan membantu motivasi intrinsik dan rasa ingin tahu tentang dunia. Menyamakan belajar dengan kesenangan sejak usia muda membantu mengembangkan pembelajar seumur hidup.

  1. Pembelajaran Langsung

Semakin muda anak, semakin mereka perlu belajar melalui pengalaman nyata dan langsung. Bermain memungkinkan anak-anak memanfaatkan gaya belajar alami mereka. Pembelajaran dan retensi dimaksimalkan ketika anak-anak membuat dan melakukan sesuatu dengan tangan dan tubuh mereka.

Bermain dapat membantu anak-anak memahami konsep abstrak dengan menjadikannya konkret. Bayangkan segitiga, yang merupakan konsep abstrak tiga tepi dan tiga sudut. Membangun segitiga dari tongkat atau memainkan permainan di mana anak-anak mencari segitiga di sekitar ruangan membuat konsepnya jauh lebih mudah dipahami dan konkret.

  1. Rentang Perhatian Lebih Lama

Anak-anak belajar paling baik ketika mereka memiliki perhatian dan fokus yang berkelanjutan. Karena itu, penting untuk menemukan cara untuk membantu anak-anak tetap terlibat dan mengerjakan tugas. Memastikan bahwa belajar itu menyenangkan dan membiarkan anak-anak berpartisipasi dengan gembira adalah kuncinya. Karena bermain menimbulkan rasa ingin tahu, anak-anak terlibat, dan mereka menunjukkan fokus dan perhatian yang lebih lama, yang menghasilkan pembelajaran yang lebih kuat.

Kiat untuk Mendorong Pembelajaran yang Menyenangkan

Anak-anak akan menemukan cara untuk bermain jika dibiarkan menggunakan perangkat mereka sendiri. Namun, ada beberapa cara orang dewasa dapat membantu mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan produktif.

  1. Buat Tempat Bermain

Ruang tempat yang disiapkan dengan matang akan mendorong anak-anak untuk mengeksplorasi dan terlibat dengan lingkungan mereka. Ini tidak perlu mewah atau berlebihan anak-anak tumbuh subur di ruang sederhana dan bersih tempat mereka merasa aman dan terdorong.

Pastikan permainan dan mainan di ruang bermain Anda terlihat dan mudah dijangkau oleh orang kecil. Rak mainan yang setinggi mata anak, menawarkan eksplorasi tanpa batas, dan memiliki sumber daya yang menarik bagi anak-anak akan mendapatkan keterlibatan yang jauh lebih aktif daripada mainan yang dikemas dalam lemari tertutup.

  1. Fokus pada Bahan Terbuka

Fokus pada bahan terbuka yang memungkinkan anak mengontrol pengalaman, seperti balok kayu biasa, pakaian berdandan, boneka bayi, atau Lego. Ruang harus bersih dan tertata dengan baik. Ganti mainan secara berkala agar anak tetap terlibat dan cobalah memilih aktivitas atau permainan yang berhubungan dengan minat mereka saat ini.

  1. Mendorong Kebebasan Bergerak

Terlalu sering anak-anak diminta untuk duduk diam dan mendengarkan. Sebaliknya, mereka perlu merasa bebas untuk menggerakkan tubuh mereka. Menemukan cara untuk menggabungkan gerakan akan membantu mendorong pembelajaran yang menyenangkan. Ini juga berarti bahwa anak-anak harus bebas bergerak sesuka mereka, dan mereka harus dapat memilih posisi tubuh mereka, seperti berdiri untuk menggambar atau berbaring tengkurap untuk membaca.

  1. Menumbuhkan Interaksi Sosial

Anak-anak yang lebih muda berkembang dalam pengalaman belajar individu mereka, tetapi ketika mereka tumbuh, interaksi sosial menjadi semakin penting. Pada pertengahan tahun sekolah dasar, bermain menjadi pengalaman kolaboratif. Pembelajaran yang menyenangkan menciptakan iklim sosial dan emosional yang lebih rileks dan ceria bagi anak. Anak tidak merasa tertekan untuk mendemonstrasikan pembelajaran tetapi malah mampu terlibat secara aktif dengan anak-anak lain dan orang dewasa dalam apa yang dilihat anak sebagai interaksi sosial yang menyenangkan.

  1. Menggabungkan Pilihan

Temukan cara untuk memasukkan pilihan ke dalam permainan anak Anda. Biarkan mereka membuat beberapa keputusan, seperti apa yang akan dimainkan dan untuk berapa lama. Misalnya, jika Anda meninggalkan bahan kerajinan, pastikan ada variasi warna dan bahan untuk dipilih. Ketika anak-anak bermain di luar, biarkan mereka mengarahkan permainan mereka sebanyak yang cukup aman.

  1. Jadikan Belajar Menyenangkan

Belajar itu harus menyenangkan. Saat terasa membosankan, ada beberapa cara mudah untuk membuatnya lebih menyenangkan. Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya lebih terasa seperti permainan akan membantu. Misalnya, alih-alih memberi anak selembar soal matematika untuk diselesaikan, tulis soal dan sembunyikan di sekeliling ruangan agar bisa ditemukan. Ini menambah unsur kesenangan sambil mempromosikan gerakan fisik. Anda juga dapat membuat anak-anak berdandan seperti tokoh sastra atau tokoh sejarah yang mereka pelajari dan memerankan sebuah adegan.

  1. Dorong Rasa Ingin Tahu

Anak-anak secara alami ingin tahu dan tugas kita sebagai orang dewasa adalah membantu rasa ingin tahu itu berkembang. Anda dapat melakukan ini dengan mencontohkan rasa ingin tahu Anda sendiri dan memuji rasa ingin tahu anak Anda. Ajukan pertanyaan terbuka dan terlibat dalam percakapan dengan anak Anda tentang kemungkinan daripada jawaban yang benar.

Perhatikan baik-baik minat anak Anda yang berubah dan temukan cara untuk mengedepankan minat ini. Misalnya, jika anak Anda menunjukkan minat yang semakin besar pada dinosaurus, berikan figur dinosaurus yang realistis untuk dimainkan dan pajang buku tentang dinosaurus di rumah Anda. Bawa mereka ke museum tentang dinosaurus.

Ingatlah untuk memberikan waktu untuk permainan yang tidak terstruktur setiap hari. Anak-anak perlu waktu untuk menemukan minat dan eksperimen mereka tanpa diberi tahu apa yang harus dilakukan. Rasa penasaran itu sudah ada, tinggal kita biarkan anak-anak mengaksesnya.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *