Menyimpan ASI: Berapa Lama ASI Bisa Bertahan pada Suhu Kamar?

Meridaenlahistoria – Apakah Anda baru pertama kali menyusui atau sudah berpengalaman, Anda pasti memiliki banyak pertanyaan seputar menyimpan ASI. Dari cara penyimpanan ASI hingga keamanan penggunaan botol bekas, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh orang tua baru dan calon orang tua adalah berapa lama ASI dapat bertahan pada suhu kamar.

Di sini, kami berbicara dengan beberapa ahli laktasi untuk menjawab pertanyaan paling penting tentang penyimpanan ASI.

Apakah Aman Menyimpan ASI pada Suhu Kamar?

Pertama-tama, apakah aman menyimpan ASI pada suhu kamar? Dr. Jessica Madden, MD, IBCLC, seorang dokter anak, ahli neonatologi, konsultan laktasi, dan direktur medis di Aeroflow Breastpumps, menjawab bahwa ASI yang dipompa dapat dibiarkan pada suhu kamar untuk jangka waktu tertentu sebelum dikonsumsi atau didinginkan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pastikan Anda menggunakan wadah penyimpanan yang tepat. Dr. Madden menjelaskan bahwa wadah penyimpanan ASI harus selalu dibersihkan dengan baik menggunakan air sabun hangat dan dikeringkan sebelum digunakan. Wadah penyimpanan dapat terbuat dari kaca atau plastik, dan saat ini tidak ada jenis wadah yang lebih disarankan daripada yang lain.

Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan “suhu kamar”? Suhu kamar umumnya berkisar 77 derajat Fahrenheit, yang juga disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk penyimpanan ASI pada suhu kamar. Academy of Breastfeeding Medicine (ABM) mencatat bahwa suhu kamar yang aman untuk penyimpanan ASI berkisar antara 50 hingga 85 derajat Fahrenheit.

Dr. Jenelle Ferry, seorang ahli neonatologi dan direktur pemberian makan, nutrisi, dan perkembangan bayi di Pediatrix Neonatology of Florida, mengingatkan bahwa suhu di rumah Anda bisa berbeda tergantung lokasi, jadi perhatikan hal ini saat menyimpan ASI. Hindari menyimpan ASI pada suhu kamar di dekat jendela yang dapat membuat suhu menjadi lebih hangat karena paparan sinar matahari, sarannya.

Berapa Lama ASI Dapat Bertahan pada Suhu Kamar?

Menurut CDC, ASI dapat tetap berada di suhu kamar (77 derajat F) selama empat jam. ABM menyatakan bahwa ada sedikit variasi dalam berapa lama ASI dapat bertahan, tergantung pada kondisi. Pada suhu antara 80 hingga 89 derajat F, ASI dapat bertahan di suhu kamar selama sekitar empat jam. Namun, jika suhu ruangan lebih rendah dan ASI disimpan dalam wadah yang bersih, ASI dapat bertahan selama enam hingga delapan jam.

Apa yang Terjadi Jika ASI Dibiarkan Selama 4 Jam atau Lebih?

Banyak orang tua khawatir jika ASI dibiarkan pada suhu kamar lebih dari empat jam. Dr. Madden merekomendasikan untuk membuang ASI yang telah berada pada suhu kamar selama lebih dari enam hingga delapan jam. Untuk bayi yang sehat dan cukup bulan, ASI yang telah berada pada suhu kamar selama empat hingga delapan jam masih dapat diberikan. Namun, bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang.

Tidak peduli berapa lama ASI telah dibiarkan, gunakan naluri dan kecerdasan Anda. Dr. Madden menyarankan untuk membuang ASI jika tercium bau tidak sedap, tidak peduli berapa lama ASI tersebut berada pada suhu kamar.

Dr. Ferry juga setuju dengan pandangan ini. Jika ASI tercium bau asam atau sudah tidak segar, sebaiknya dibuang. “Salah satu risiko meninggalkan ASI terlalu lama adalah pertumbuhan bakteri, yang tidak dapat dideteksi secara visual,” tambah Dr. Ferry. Tidak ada perubahan tampilan atau warna ASI yang menandakan keburukan. Namun, ASI yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan muntah atau diare pada bayi.

Leslie Owens, RN, IBCLC dari Mother Nurture Maternity, merekomendasikan untuk membatasi waktu penyimpanan ASI pada kisaran empat jam untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri. Jika Anda ingin menghindari pemborosan sisa susu, Anda dapat menggunakan susu tersebut sebagai air mandi bayi. Banyak yang percaya bahwa ASI memiliki manfaat bagi kulit.

Bagaimana Jika Bayi Tidak Menghabiskan Seluruh Botol ASI?

Salah satu pertanyaan umum yang diajukan adalah apa yang harus dilakukan dengan sisa ASI pada botol setelah menyusui. Dr. Madden merujuk pada protokol ABM yang merekomendasikan untuk membuang sisa susu yang telah berada pada suhu kamar selama lebih dari satu hingga dua jam. Selain itu, susu sisa tidak boleh diberikan kepada bayi prematur karena risiko infeksi yang lebih tinggi.

Cara Menyimpan ASI dengan Aman

Selain pertanyaan tentang berapa lama ASI dapat disimpan, orang tua sering kali memiliki pertanyaan tentang cara menyimpan ASI di lemari es dan freezer. Anda dapat mengacu pada panduan CDC untuk informasi lebih lanjut tentang penyimpanan ASI yang aman. Secara umum, ASI yang baru dipompa dapat disimpan di lemari es selama empat hari, dan dalam freezer selama enam hingga 12 bulan. Setelah ASI dicairkan, Anda dapat menyimpannya di lemari es selama 24 jam. Namun, ASI yang telah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali.

Leslie Owens merekomendasikan untuk tidak menyimpan terlalu banyak susu sekaligus agar tidak ada pemborosan susu pompa yang berharga. Ia juga menyarankan untuk menambahkan sedikit susu di awal (sekitar satu hingga dua ons) dan mening

katkannya (sekitar tiga hingga empat ons) seiring bertambahnya usia bayi Anda. Saat membekukan susu, gunakan kantong penyimpanan susu dan beri label dengan tanggal. Susun susu dari yang tertua di depan hingga yang paling segar di belakang agar tidak terlupa sebelum masa kedaluwarsa.

Pompa dan penyimpanan ASI adalah tugas besar, jadi apresiasi untuk semua orang tua yang melakukannya. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang penggunaan susu pompa, jangan ragu untuk menghubungi dokter anak atau konsultan laktasi. Mereka siap membantu dengan segala pertanyaan yang Anda miliki, baik yang besar maupun yang kecil.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *